Kerjakan 5 Hal Penting Ini di Pagi Hari


1. Berolahraga, bisa menambah energi positif loh!
2. Petakan hal-hal yang menjadi prioritasmu
3. Sarapan pagi jangan sampai bolong
4. Visualisasi agar pikiran dan emosimu lebih tenang
5. Buat prioritas di pagi hari biar pekerjaanmu terasa lebih ringan
#jahitku #jogja #jogjaku #kursusjahit #infojogja #jogjakarta #fashiondesign #fashionschool #mesinjahit #kebaya #internationalfashionbusiness #businessfashionschool #bisnisfashion #businessmode #sekolahfashion #sekolahmode #shortcourse #fashioncourse #kursusfashion #fashiondesigner #fashionlife #fashioncareer #fashionshow #peragaanbusana
5 Perencanaan Simpel dan Realistis Biar Setelah Nikah, Peserta Kursus Jahit  Bisa Punya Rumah


1. Atur Pengeluaran Bersama
2. Buat Rekening Khusus
3. Menghemat Biaya Resepsi Pernikahan
4. Gunakan Uang Amplop Sumbangan untuk DP Rumah
5. Cari Hunian Sesuai Kemampuan
#jahitku #jogja #jogjaku #kursusjahit #infojogja #jogjakarta #fashiondesign #fashionschool #mesinjahit #kebaya #internationalfashionbusiness #businessfashionschool #bisnisfashion #businessmode #sekolahfashion #sekolahmode #shortcourse #fashioncourse #kursusfashion #fashiondesigner #fashionlife #fashioncareer #fashionshow #peragaanbusana
9 Trik Simpel Buat Mengatasi Lelah Kursus Jahit. Yuk Ah, Dicoba Dulu!

1. Perbanyak Makan Buah dan Sayur
2. Perbanyak Minum Air
3. Lebih banyak luangkan waktu di alam terbuka
4. Meditasi
5. Olahraga
6. Kurangi Penggunaan Gadget
7. Nggak ada salahnya kalau kita biarkan hidup mengalir apa adanya
8. Pikirkan Hal-hal yang menyenangkan
9. Habiskan waktu dengan orang-orang tercinta
#jahitku #jogja #jogjaku #kursusjahit #infojogja #jogjakarta #fashiondesign #fashionschool #mesinjahit #kebaya #internationalfashionbusiness #businessfashionschool #bisnisfashion #businessmode #sekolahfashion #sekolahmode #shortcourse #fashioncourse #kursusfashion #fashiondesigner #fashionlife #fashioncareer #fashionshow #peragaanbusana

 { tutorial } Menjahit Tanpa Mengobras: Kampuh Balik

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 { tutorial } Menjahit Tanpa Mengobras: Kampuh Balik


Mesin obras bukan alat yang sangat krusial untuk dimiliki oleh seorang penjahit, tapi kehadirannya pastilah nggak akan tertolak oleh orang yang sering berurusan dengan jahit menjahit. Terutama menjahit pakaian demi melindungi pinggiran kainnya. Terus gimana kalau ngggak punya mesin obras? Masak terus nggak jadi njahit? Tenang saja.. jaman moyang kita dulu juga nggak punya mesin obras. Nggak ada malah! Tapi untungnya ada jurus khusus supaya pinggiran kain kita nggak mbrodol (baca: bertiras) yang udah dipake sejak jaman ja mbajuja (apaan coba?). Namanya kampuh balik. Intinya pinggiran kainnya itu disembunyiin di dalam jahitan kampuh, jadi bagian yang mbrodol nggak kelihatan dari luar maupun dalam.. Daripada mumet mbayanginnya, lihat tutorial ini aja deh. Contoh yang ada di sini ceritanya lagi njahit sisi samping lengan.

Untuk membuat kampuh balik ini, beri pakaian yang akan dijahit kampuh selebar 1,5cm.
1. Lipat sisi panjang lengan supaya sisi samping lengan bertumpuk. Bagian buruk/dalam kain saling berhadapan. Semat dengan jarum.
2. Jahit dengan jarak 0,75cm dari tepi kain. Kalau aku pribadi, setelahnya kampuh yang sudah dijahit ini aku potong/kurangi lebarnya sedikit jadi tinggal tersisa 0,5cm. Kenapa mesti ribet begini? Soalnya biasanya serat kain di bagian tepi ada yang brodol. Apalagi kalau kainnya sejenis poliester gitu. Nah, mendingan sejak sekarang tepinya dikorting aja, jadi nanti hasil akhirnya bakal lebih bersih dari serabut serat kain. Trust me!
3. Balik kain sehingga bagian baik/luar kain saling berhadapan. See? Pinggir kainnya ngumpet diantara kain sekarang. Lalu jahit selebar 0,75cm dari tepi. Habis sudah jatah kampuh 1,5cm
Dan, taraa!! Si pinggir kain yang mbrodol lenyap dari pandangan! Sekarang tinggal jahit bagian yang lain dengan step yang sama. Untuk bagian kerung lengan sebaiknya setelah step pertama digunting-gunting kampuhnya dengan jarak sekitar 1,25 cm tiap guntingan. Hati-hati jangan sampai menggunting jahitannya. Khusus bagian ini digunting-gunting, karena bagian yang bentuknya melengkung semisal kerung lengen, leher, akan lebih rapi dan mudah dijahit kalau diguntingi dulu. Untuk bagian ini aku nggak punya fotonya, cz untuk bagian kerung lengan aku lebih suka pakai obras, hehe.. #nggakmaususah
Kalau lagi cukup mood, kadang dia antara step 2 dan 3 aku setrika dulu bagian sambungan jahitan. Jadi setelah sisi kain yang buruk berada di luar, aku setrika bagian sambungan sampai betul-betul terbuka, nggak ada bagian yang terlipat. Kalau kain yang dijahit jenis kain sintetis biasanya lebih gampang dibikin rapi kalau disetrika dulu. Tapi kalau kain katun gitu sih, nggak disetrika juga oke-oke aja.

Well, walaupun aku punya mesin obras, tapi aku tetap lebih suka pakai teknik ini kalau untuk jahit pakaianku sendiri. Kenapa? Karena nggak harus mastiin ada warna benang obras yang matching sama warna kainnya atau nggak.  Nggak harus bolak-balik antara mesin jahit – mesin obras. One stop sewing!  Dan lagi teknik ini bikin jahitannya lebih awet (setidaknya di bagian kampuh) plus kelihatan rapi luar dalem. Tehnik ini juga bagus untuk kain yang transparan seperti kain sifon, tile, dan semacamnya. Kalau transparan terus kelihatan obrasannya dari luar kan agak gimanaaa gitu ya.. Cuma kalo kainnya tebel kayak drill, beludru, mendingan jangan pakai teknik ini deh. Ntar jadi terlalu tebel di bagian kampuh, jadi ngganjel kalau dipake. Lagian susah juga njaitnya. Mendingan dijahit dengan kampuh terbuka, terus masing-masing pinggir kainnya di bungkus bias tape/ bisban. Ribet kuadrat sih.. Kalau nggak mau repot ya  memang harus lari ke mesin obras deh, hehe..


 sumber :  https://sewdio.blogspot.co.id/2017/05/tutorial-menjahit-tanpa-mengobras.html

 10 Tempat Kursus Menjahit Terpercaya di Jakarta

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 10 Tempat Kursus Menjahit Terpercaya di Jakarta


kursus jahit - Taukah kamu? beberapa orang beranggapan bahwa menjahit adalah kegiatan yang membuang-buang waktu. Mereka lebih senang membeli baju jadi di toko dibandingkan dengan menjahit sendiri. Saya tidak membantah akan hal itu, karena memang nyatanya membeli baju ditoko lebih praktis. Kamu tinggal beli aja, bahkan mau langsung dipakai-pun tak masalah. Disisi lain, ada yang beranggapan bahwa menjahit adalah kegiatan yang begitu menyenangkan dan pastinya tidak membuang-buang waktu, justru kegiatan yang sangat produktif, anda juga bisa mengikuti program kursus menjahit yang disediakan oleh beberapa tempat kursus terpercaya di Jakarta berikut ini. Simak yuk...

Sewing Space

Sewing space merupakan sebuah one-stop sewing workshop yang berlokasi di Kompleks La Piazza, Kelapa Gading. Didukung oleh tenaga pengajar yang fun dan professional sewing space menawarkan pengalaman belajar menjahit yang berbeda dari yang sudah ada.

Sewing Space


    Untuk anda yang sama sekali belum pernah menjahit anda bisa mengikuti kelas weekend project.
    Untuk anda yang memang ingin belajar menjahit secara serius anda bisa mengikuti basic sewing class.
    Untuk anda yang ingin belajar secara privat bersama dengan teman-teman anda bisa mengikuti kelas by request project.
 

Kursus Menjahit Monalita

Kursus menjahit Monalita merupakan sebuah lembaga pelatihan menjahit, payet, sulam benang, sulam pita dan asesoris yang berlokasi di Jalan Sunan Giri No. 21 Rawamangun, Jakarta Timur tepatnya di Lantai 1 Pasar Sunan Giri. Berpengalaman selama lebih dari 30 tahun, kursus menjahit Monalita berkomitmen untuk mendidik para siswanya menjadi tenaga terampil dan profesional sebagai bekal untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia.


Bunka School Of Fashion

Bunka School Of Fashion yang beralamat di Jalan Pembangunan II 16 I-J, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat merupakan salah satu lembaga pendidikan fashion terkemuka yang berpusat di Tokyo, Jepang. Berpengalaman selama lebih dari 80 tahun di dunia mode, Bunka Fashion Collage telah berhasil melahirkan perancang mode profesional dan pembuatan pola menjahit baju yang sukses.


IKKIS

IKKIS merupakan sekolah privat mode dan teknik menjahit busana halus yang beralamat di Jalan Mampang Prapatan XVIII No.102, Komplek Keuangan, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Didukung oleh para tenaga pendidik yang berpengalaman selama puluhan tahun IKKIS siap membimbing dan mewujudkan impian anda menjadi seorang penjahit handal yang berpengalaman dibidang desain baju, pembuatan pola, pecah model, teknik menjahit yang halus, rapi dan enak dipakai sesuai dengan standar butik.


School Of Fashion Juliana Jaya

Juliana Jaya merupakan salah satu lembaga kursus menjahit terpercaya di Jakarta yang berpusat di Jalan Pertanian III No. 63, Jakarta Selatan tepatnya di dekat Ramayana Pasar Minggu. Sampai saat ini Juliana Jaya telah memiliki lebih dari 25 cabang di seluruh Indonesia yang telah diakui keberhasilannya dalam menghasilkan tenaga-tenaga ahli dan professional dalam bidang menjahit.


Kursus Menjahit & Mode “Juliana Jaya”

Berpusat di Jalan Raya Bekasi KM. 18, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tepatnya di samping Bank BCA Pasar Pulo Gadung, Juliana Jaya menjadi salah satu tempat kursus jahit yang paling banyak diminati oleh masyarakat didaerah tersebut. Ditempat ini anda akan didampingi dan dibimbing oleh para guru-guru tata busana yang profesional dibidangnya selama puluhan tahun lebih.


Selain kelima tempat kursus menjahit yang telah disebutkan diatas, terdapat sejumlah referensi tempat kursus jahit menjahit terkemuka lainnya yang berada di kota Jakarta, beberapa diantaranya:

Kursus Menjahit Pakaian Wanita & Anak Sanly's yang beralamat di Jalan Raya Tj Duren 29-B, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kursus Menjahit Yung yang beralamat di Jalan Pegangsaan Dua Kompl Gading Arcadia Bl H/7, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kursus Menjahit Ismarini yang beralamat di Jalan Timah 22 Rt. 001 Rw. 02, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

LBK Lokabinakarya yang beralamat di Jalan Malaka 98 RT 001/06, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sekolah Melati yang berlokasi di Kompl Taman Surya Buana Bl I/11-A, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  kursus jahit
, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Makalah Gerabah

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://fitinline.com/article/read/10-tempat-kursus-menjahit-terpercaya-di-jakarta/

 Makalah Gerabah

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Makalah Gerabah


contoh karya kerajinan gerabah - Makalah Gerabah
Untuk memenuhi nilai Seni Budaya




Disusun oleh :
Euis Yulia Puspitasari
X-2

SMA Negeri 1 Talaga


KATA PENGANTAR
 KATA PENGANTAR
        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah yang telah memberi rahmat serta karunia –Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktu-Nya yang berjudul :“GERABAH” Makalah ini berisikan tentang informasi pengertian “Gerabah” ,saya harap Makalah ini dapat memberi informasi kepada kita semua tentang “Gerabah” dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari khususnya untuk saya dan umumnya untuk para pembaca Makalah ini. Saya menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan ,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan Makalah ini. Akhir Kata ,saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir,semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.

Aamiiiinnn……..
















Kata pengantar ………………………………………………………………………………………….. i
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………. ii
BAB 1 ………………………………………………………………………………………………………….
PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………….. iii
BAB 2 ………………………………………………………………………………………………………….
1.    Pengertian Gerabah ……………….………………………………………………………. 1
2.    Tehnik Pembuatan Gerabah Sejarah gerabah………………………………….. 2
3.    Sejarah gerabah ………………………………………………………………................ 3
4.    Fungsi Gerabah ……………………………………………………………………....………3
5.    Proses pembuatan Gerabah ……………………………………………………………. 4
6.     Contoh Gambar Gerabah  ……………………………………………………………….5











BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Gerabah adalah bagian dari keramik yang dilihat berdasarkan tingkat kualitas bahannya. Namun masyarakat ada mengartikan terpisah antara gerabah dan keramik. Ada pendapat gerabah bukan termasuk keramik, karena benda-benda keramik adalah benda-benda pecah belah permukaannya halus dan mengkilap seperti porselin dalam wujud vas bunga,

B.    Rumusan Masalah

1.     Apa Pengertian Gerabah ?
2.    Tehnik Pembuatan Gerabah ?
3.      Sejarah gerabah?
4.     Fungsi Gerabah ?
5.     Proses pembuatan Gerabah ?
6.     Contoh Gambar Gerabah  ?






C.    Tujuan

1.    Menjelaskan tentang gerabah
2.    Mengenal lebih jauh tentang tata cara pembuatan gerabah
3.    Mengetahui proses gerabah











1.    Pengertian Gerabah

         Gerabah adalah bagian dari keramik yang dilihat berdasarkan tingkat kualitas bahannya. Namun masyarakat ada mengartikan terpisah antara gerabah dan keramik. Ada pendapat gerabah bukan termasuk keramik, karena benda-benda keramik adalah benda-benda pecah belah permukaannya halus dan mengkilap seperti porselin dalam wujud vas bunga, guci, tegel lantai dan lain-lain. Sedangkan gerabah adalah barang-barang dari tanah liat dalam wujud seperti periuk, belanga, tempat air, dll. Untuk memperjelas hal tersebut dapat ditinjau dari beberapa sumber berikut ini.
Menurut The Concise Colombia Encyclopedia, Copyright ã 1995, kata ‘keramik’ berasal dari Bahasa Yunani (Greek) ‘keramikos’ menunjuk pada pengertian gerabah; ‘keramos’ menunjuk pada pengertian tanah liat¬. ‘Keramikos’ terbuat dari mineral non metal, yaitu tanah lihat yang dibentuk, kemudian secara permanen menjadi keras setelah melalui proses pembakaran pada suhu tinggi. Usia keramik tertua dikenal dari zaman Paleolitikum 27.000 tahun lalu.  Sedangkan menurut Malcolm G. McLaren dalam Encyclopedia Americana 1996 disebutkan keramik adalah suatu istilah yang sejak semula diterapkan pada karya yang terbuat dari tanah liat alami dan telah melalui perlakukan pemanasan pada suhu tinggi.
Beberapa teori lain tentang ditemukannya keramik pertama kali, salah satunya terkenal dengan ‘teori keranjang’. Teori ini menyebutkan pada zaman prasejarah, keranjang anyaman digunakan orang untuk menyimpan bahan makanan. Agar tak bocor keranjang tersebut dilapisi dengan tanah liat di bagian dalamnya. Setelah tak terpakai keranjang dibuang keperapian. Kemudian keranjang itu musnah tetapi tanah liatnya yang berbentuk wadah itu ternyata menjadi keras. Teori ini dihubungkan dengan ditemukannya keramik prasejarah, bentuk dan motif hiasnya di bagian luar berupa relief cap tangan keranjang (Nelson, 1984 : 20).
Dari teori keranjang dan teori lainnya di atas dapat dimengerti bahwa benda-benda keras dari tanah liat dari awal ditemukan sudah dinamakan benda keramik, walaupun sifatnya masih sangat sederhana seperti halnya gerabah dewasa ini.  Pengertian ini menunjukkan bahwa gerabah adalah salah satu bagian dari benda-benda keramik.

    2.  Teknik Pembuatan Gerabah

1.  Teknik lempeng (slabing)
Teknik lempeng atau slabing merupakan teknik yang digunakan untuk membuat benda gerabah berbentuk kubistis atau kubus dengan permukaan yang rata. Teknik ini diawali dengan pembuatan lempengan tanah liat dengan menggunakan rol kayu penggilas. Setelah menjadi lempengan dengan ketebalan yang sama, kamu dapat memotong dengan pisau atau kawat sesuai dengan ukuran yang akan diinginkan. Selanjutnya, kamu dapat membuat menjadi bentuk kubus atau persegi. Kemudian tahap akhir diberi hiasan dengan cara ditoreh pada saat tanah setengah kering.

2. Teknik pijat (pinching)
Teknik pijat atau pinching merupakan teknik membuat keramik dengan cara memijat tanah liat langsung menggunakan tangan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah agar tanah liat lebih padat dan tidakmudah mengelupas sehingga hasilnya akan menjadi tahan lama. Proses pijat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Ambil segumpal tanah liat plastis
b. Tanah liat tersebut diulet – ulet dan dipijit – pijit dengan ibu jari sambil dibentuk sesuai dengan bentuk benda yang diinginkan.
c. Haluskan menggunakan kuas atau pun kain halus.

3. Teknik pilin (coiling)
Teknik pilin atau coiling adalah cara membentuk tanah liat dengan bentuk dasar tanah liat yang dipilin atau dibentuk seperti tali. Cara melakukan teknik ini adalah segumpal tanah liat dibentuk pilinan dengan kedua belah telapak tangan. Ukuran tiap pilinan disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian, pilinan tanah liat disusun secara melingkar sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Jangan lupa setiap susunan ditekan dan tambahkan air supaya menempel.

4. Teknik putar (throwing)
Untuk membuat gerabah dengan teknik putar atau throwing, kamu memerlukan alat bantu berupa subang pelarik atau alat putar elektrik. Cara melakukan teknik ini adalah dengan mengambil segumpal tanah liat yang plastis dan lumat. Setelah itu, taruhlah tanah liat di atas meja putar tepat dib again tengah – tengahnya. Lalu, tekan tanah liat dengan kedua belah tangan sambil diputar. Bentuk tanah liat sesuai yang diinginkan. Teknik putar pada umumnya menghasilkan benda dengan bentuk bulat atau pun silindris (silinder).

5. Teknik cetak tekan (press)
Teknik cetak tekan dilakukan dengan menekan tanah liat yang bentuknya disesuaikan dengan cetakan. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dengan waktu yang singkat atau cepat.

6. Teknik cor atau tuang
Teknik cor atau tuang digunakan untuk membuat gerabah dengan menggunakan acuan alat cetak. Tanah liat yang digunakan untuk teknik ini adalah tanah liat cair. Cetakan ini biasanya terbuat dari bahan gips. Bahan gips digunakan karena gips dapat menyerap air lebih cepat sehingga tanah liat menjadi cepat kering.




2.    Sejarah Gerabah

Pada masa perundagian, pembuatan barang-barang gerabah makin maju dan kegunaan gerabah semakin meningkat. Meskipun barang-barang dari perunggu dan besi memiliki peranan sangat penting, akan tetapi gerabah pun masih sangat penting dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh alat-alat yang terbuat dari logam. Pada umumnya gerabah dibuat untuk kepentingan rumah tangga sehari-hari, selain itu gerabah seperti tempayan digunakan sebagai tempat bekal kubur, tempat sesaji, tempat untuk menempatkan tulang-tulang, tempat untuk menyimpan ari-ari bayi yang baru lahir. Cara pembuatan  gerabah pada masa perundagian lebih maju jika dibandingkan pada masa bercocok tanam. Dengan adanya kebiasaan ini menunjukan bahwa teknik pembuatan gerabah lebih tinggi. Bukti-bukti peninggalan benda-benda gerabah ditemukan di Kendenglembu (Banyuwangi), Klapadua (Bogor), Serpong (Tangerang), Kalumpang dan Minanga Sapakka (Sulawesi Tengah) dan sekitar bekas danau Bandung. Di Indonesia penggunaan roda putar dan tatap batu dalam pembuatan barang gerabah berkembang lebih pesat dalam masa perundagian (logam), bahkan di beberapa tempat masih dilanjutkan sampai sekarang.  Dari temuan benda-benda gerabah di Kendenglembu dapat diketahui tentang bentuk-bentuk periuk yang kebulat-bulatan dengan bibir yang melipat ke luar. Menurut dugaan para ahli, gerabah semacam itu dibuat oleh kelompok petani yang selalu terikat dalam hubungan sosial ekonomi dan kegiatan ritual. Karena teknik pembuatan gerabah lebih mudah memberi bentuk maupun seni hias.  Selain ditemukan barang-barang gerabah, di Kalimantan Tenggara (Ampah) dan Sulawesi Tengah (Kalumpang, Minanga Sipakka) ditemukan pula alat pemukul kulit kayu dari batu. Kagunaan alat ini ialah untuk menyiapkan bahan pakaian dengan cara memukul-mukul kulit kayu sampai halus. Alat pemukul kulit kayu sekarang masih digunakan di Sulawesi.  Di desa Buni, Bekasi, Jawa Barat ditemukan gerabah dari masa perundagian, bersama-sama dengan tulang-tulang manusia. Selain gerabah, ditemukan pula beliung persegi, barang-barang dari logam dan besi. Warna gerabah yang ditemukan adalah kemerah-merahan dan keabu-abuan. Gerabah juga ditemukan di Bogor (Jawa Barat), Gilimanuk (ujung barat pulau Bali), Kalumpang (Sulawesi Tengah), Melolo (Sumba), dan Anyer.

3.    Fungsi gerabah
  


       Fungsi Gerabah Berdasarkan fungsinya, gerabah dapat digolongan menjadi :
a. Fungsional : gerabah yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada penggunanya. Bentuk gerabah fungsional antara lain : pot bunga, tempat payung, tempayan, kendi, asbak, tempat lilin dan peralatan dapur.
b. Non Fungsional : gerabah dengan golongan ini lebih diutamakan sebagai barang-barang hiasan ruang, seperti guci





4.     Poses pembuatan Gerabah


-    Proses Pencarian tanah liat
             Butuh inspeksi yang teliti untuk mendapatkan tanah liat terbaik yang sesuai dengan kualitas standart. Tanah liat yang bagus tidak harus berasal dari desa penghasil gerabah namun berasal dari desa terdekat. Tanah liat tidak serta merta langsung digunakan tapi butuh ketelitian yang mendalam dan memastikan kalau tanah liat tidak bercampur batu-batu kecil dan kotoran.
-    Proses Pengeringan
            Setelah inspeksi, tanah liat dipotong-potong seperti kubus dan dijemur di bawah sinar matahari, butuh sekitar 3 atau 4 hari. Bila potongan kubus-kubus tersebut sudah kering, kemudian ditumbuk jadi seperti adonan tepung yang lembut dan disimpan sebelum digunakan sebagai adonan. Yang paling menarik untuk disaksikan tidak ada alat-alat modern yang mendukung dalam pembuatan gerabah, tapi lapisa-lapisan tanah liat terus ditambahkan dari jumlah adonan asli sementara para pengrajin gerabah memutar benda/alat yang digunakan sampai terbentuk benda yang diinginkan, kendati bentuknya seperti sudah jadi namun sebenarnya belum selesai, lalu ada juga pengrajin yang ditugaskan khusus untuk mendekorasi
-     setelah itu benda/pot yang dimaksudkan dibiarkan kering di tempat yang tidak terlalu banyak kena sinar matahari.
-    Proses Mempernis dengan minyak kelapa
          Benda/pot yang sudah dipernis adalah kombinasi minyak kelapa dan dibiarkan kering sebelum di kerik/digosok dengan batu hitam atau alat-alat tradisisonal lainnya karena itu permukaannya kelihatan mengkilat dan lagi dikeringkan diterik sinar matahari dan itu butuh satu hari bahkan juga digosok halus di pertengahan siang hari untuk menambah kilauannya.
-     Proses Pembakaran
         Benda/pot siap untuk dibakar and dikumpulkan kedalam oven terbuka yang ditutupi jerami padi yang dibakar selama lebih dari 4 jam dan temperature produksinya sekitar 400 sampai 800 derajat Celsius.
-    Proses Pewarnaan
        Pekerjaan terakhir adalah memilih warna yang tepat , bila warna merah tua yang dikehendaki dilapisi dengan sari biji asam dan bila warna merah jentik yang dikehendaki, cukup jentikkan dengan sekam.

 6. Bentuk-bentuk dan jenis gerabah
      Berikut beberapa contoh gerabah :




Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  contoh karya kerajinan gerabah

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Desain Produk dan Pengemasan Kerajinan Pakai dari Limbah

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://ariizz111213141516171819ok.blogspot.co.id/2013/07/gerabah.html
Copyright © 2016 Kursus Menjahit.