, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Finishing Machine

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Finishing Machine

Finishing Machine

Proses finising merupakan tahap penyempurnaan akhir pada pembuatan produk. Proses finising meliputi ironing dan packing. Ironing proses merupakan tahap penyetrikaan produk yang telah selesai dijahit oleh bagian sewing. Alat setrika yang digunakan sesuai dengan karakter kain sehingga tidak merusak sifat kain. Pada perencanaan pabrik ini menggunakan mesin setrika uap. Untuk proses packing dilakukan secara manual.
Gambar 13. Finishing machine
Daftar renungan:
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem produksi?
2. Apakah yang dimaksud dengan proses produksi?
3. Apa perbedaan antara sistem produksi dan proses produksi?
4. Dalam karakteristik usaha busana yang menghasilkan produk busana, analisislah jenis sistem produksinya!

STUDI KELAYAKAN USAHA GARMEN


Fokus Karir


Setiap pelaku usaha baik profesional maupun amatir dalam melakukan usahanya pastilah melewati suatu tahap yang disebut dengan pertimbangan. Masalahnya ada yang memang sengaja untuk melakukan pertimbangan kelayakan usaha, ada yang tidak. Ada yang menyadari telah melakukan studi kelayakan, ada juga yang tidak. Pada bab ini akan digambarkan sedikit tentang pertimbangan kelayakan usaha garmen yang meliputi perhitungan kebutuhan bahan, mesin/alat, hingga pada studi kasus analisis ekonomi.

Christian Dior (January 21, 1905 – October 23, 1957), was an influential French fashion
designer. He was born in Granville, Manche, Normandy, France. Dior boutiques can be
found in numerous cities around the world with their main US flagship stores in New York,
Beverly Hills, Waikiki, Houston, Short Hills, New Jersey, Boston, and San Francisco. The
actual phrase the "New Look" was coined by Carmel Snow, the powerful editor‐in‐chief of
Harper's Bazaar. Dior's designs were more voluptuous than the boxy, fabric‐conserving
shapes of the recent World War II styles, influenced by the rations on fabric. He was a
master at creating shapes and silhouettes; Dior is quoted as saying "I have designed flower
women." His designs represented consistent, classic elegance, and stressed femininity.
The New Look revolutionized women's dress and reestablished Paris as the center of the

STUDI KELAYAKAN USAHA GARMEN
A. METODE PERANCANGAN PRODUK
1. Spesifikasi Produk
Studi kelayakan usaha garmen ini memproduksi celana panjang pria dewasa sebagai kasusnya. Dalam rancangannya celana panjang ini menggunakan bahan baku campuran polyester-kapas (30%-70%) kombinasi polos dan motif untuk ukuran orang dewasa. Celana panjang ini diharapkan memberi kesan semi formal dengan menggunakan jenis kain yang tidak kaku dan tidak terlalu lemas. Bahan baku yang digunakan lebih banyak mengandung serat sellulosa agar tidak panas jika digunakan dan menyerap keringat karena pangsa pasar untuk busana ini adalah pria dewasa yang dalam kehidupannya banyak melakukan aktivitas. Namun, mengingat kekurangan kerat sellulosa yang mudah kusut, maka bahan ini ditambahkan dengan serat polyester yang tahan gesekan sehingga tidak mudah kusut.
Beberapa hal yang dijadikan asumsi dalam studi kasus kelayakan usaha ini adalah Produksi per bulan sebesar 52.000 pcs/bulan dengan waktu kerja tiap bulannya adalah 26 hari kerja.
Produk celana panjang akan terdiri atas beberapa komponen berikut ini:
1. Waistband,
2. hook&eye, button, button hole,
3. belt loop,
4. front pocket+bartack,
5. fly+bartack,
6. sideseam,
7. inseam,
8. bottom hem,
9. back hem,
10. back pocket+bartack,
11. button&button hole, dan
12. pressing.

Spesifikasi Bahan
Bahan baku yang digunakan pada pembuatan celana panjang pada perancangan pabrik garmen ini di pesan dari pabrik pertenunan - finishing dengan standar order yang ketat untuk menjaga satndar kualitas produk yang telah ditetapkan.
Beberapa variabel yang telah ditetapkan dalam order kain meliputi daya tutup kain (fabric cover), konstruksi kain, warna kain, kekuatan tarik kain, kehalusan kain, bahan pembantu seperti interlining, benang jahit, kancing, hook & eye, aksesoris dan lain-lain.
1. Bahan baku
Kain yang digunakan berupa kain kombinasi polos dan motif dengan spesifikasi sebagai berikut:
bahan baku : polyester-kapas (30%-70%)
anyaman : polos
nomor benang lusi : ne1 40/2
tetal lusi : 108 helai/inchi
tetal pakan : 69 helai/inchi
lusi pinggir : 30 helai
lebar kain : 115 cm
2. Bahan Pelengkap
a. Interlining
Interlining juga termasuk dalam spesifikasi order pada perancangan pabrik garmen ini. Bahan interlining direncanakan bersifat mudah melekat bila ditempelkan pada permukaan kain. Pelekatan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin fusing pada kondisi temperatur 120°C-150°C terhadap permukaan kain.
b. Benang jahit
Benang jahit yang digunakan terbuat dari serat kapas dengan warna yang disesuaikan dengan warna kain. Kualitas benang jahit yang digunakan ditetapkan memenuhi beberapa unsur berikut:

 diameter rata sepanjang benang,
 kekuatan tarik tinggi dan mulur cukup,
 daya serap tinggi,
 tidak mengkeret, tidak melintir dan tahan terhadap tekanan,
 tahan terhadap zat kimia (keringat, pencucian, dan lain-lain),
 tahan tehadap suhu udara,
 tahan terhadap mikroorganisme,
 warna dan kilau menarik,
 pegangan lemas dan licin, dan
 tidak berbulu.
Jenis benang jahit yang digunakan ditetapkan sebagai berikut:
nama : sewing thread
bahan : cotton ne140/2
penggunaan : untuk menjahit linning dan fabric
Penggunaan nomor benang jahit disesuaikan dengan kain.
c. Kancing
Kancing yang ditetapkan mempunyai karakter fisik kuat dengan dua lubang pada kancing hem dan empat lubang pada kancing tindih dengan tujuan agar memperoleh ikatan jahit yang kuat dan tidak mudah lepas. Spesifikasi kancing adalah sebagai berikut.
Jenis : Kancing hem dengan dua lubang
Kancing tindih dengan empat lubang
Material : Polypropilen
Diameter : 0,5 cm
Tebal : 2 mm
d. Aksesoris (pelengkap)
Aksesoris merupakan bahan pelengkap yang tidak kalah pentingnya pada produk. Aksesoris disini dapat berupa label atau swing tag. Pemasangan label atau swing tag dimaksudkan untuk memberikan

informasi tentang perawatan produk agar selalu tampil dengan performance yang utuh dan menarik. Informasi dalam aksesoris antara lain: nama label, bahan material, ukuran, petunjuk perawatan (pencucian, setrika, penjemuran) dan lain-lain.
Gambar 14. Label dan contoh labelnya
d. Bahan pembantu
Bahan-bahan lain yang berfungsi sebagai bahan pelengkap produksi (bahan pembantu) dalam proses produksi.
 Kertas pola
Kertas pola yang digunakan berupa kertas putih polos lebar 150 cm (ukuran pola sudah diseting pada software).
 Plastik
Plastik digunakan untuk membungkus produk setelah proses quality control sehingga produk dapat tampil eksklusif, disamping untuk menghindari pengaruh noda dan debu.
 Carton box
Carton box digunakan sebagai tempat produk yang telah dibungkus dengan plastik.

Paper numbering

Paper ini ditempelkan pada setiap bagian potongan-potongan pakaian (pola) untuk memudahkan pada proses sewing.

0 komentar:

Post a Comment