, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Jelaskan yang dimaksud metode diagram anyaman polos beserta

1. Jelaskan yang dimaksud metode diagram anyaman polos beserta

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Jelaskan yang dimaksud metode diagram anyaman polos beserta

 

gambarnya!
2. Apa yang dimaksud dengan rencana tenun?
3. Gambarkan rencana tenun keper kanan 2/2!
4. Apa yang dimaksud system penomoran langsung dan tidak langsung?
5. Terangkan yang dimaksud dengan tetal benang, tetal benang lusi dan
tetal benang pakan?


1. Anyaman polos merupakan anyaman yang paling sederhana yang

memiliki repeat anyaman 2 kotak untuk 2 helai untuk benang lusi dan
pakan. Diagram anyaman polos beserta skema bagaimana benang
lusi menyilang pada benang pakan atau bagaimana benang pakan
menyilang pada benang lusi dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar Diagram Anyaman Polos
2. Rencana tenun adalah suatu diagram yang memberikan petunjuk
tentang hubungan antara anyaman, cucukan (draft/drawing plan),
rencana ikatan dan cara pengangkatan gun atau rencana paku (peg /
lifting plan). Rencana tenun dapat dibedakan antara rencana tenun
dengan menggunakan rol kerek atau dengan peralatan dobby.
Dibawah ini adalah contoh rencana paku dengan anyaman keper
kanan 2/2.

3.
Gambar Rencana Tenun Keper Kanan 2/2
4. Ada dua system penomeran benang, yaitu:
a. Sistem langsung, dimana makin besar nomer benang, berarti makin
besar diameter benang nya. Ini biasanya dipakai untuk
penomeran benang- benang fillament yarn.
b. Sistem tak langsung, dimana makin besar nomer benang, berarti
makin kecil diameter benang nya. Sistim ini digunakan untuk benang
benang spun yarn.
5. Tetal benang adalah jumlah helai benang kusi atau pakan untuk suatu
panjang tertentu dari kain (untuk lusi kearah lebar dan untuk pakan
kearah panjang). Tetal lusi adalah jumlah benang lusi setiap panjang
ukuran tertentu di ukur ke arah lebar kain. Tetal pakan adalah jumlah
benang pakan setiap lebar tertentu di ukur ke arah panjang kain. Tetal
benang ini berpengaruh pada kerapatan benang pada kain.


Referensi



Karnadi dan Muzahar Yunizir, 1979, Design Tekstil 1, Jakarta, Dikmenjur
Depdikbud
Noerati, dkk, 2013, Teknologi Tekstil, Bandung, Sekolah Tinggi Teknologi
Tekstil.
Roetjito dan Djaloes Gaizia M, 1979, Proses Konstruksi kain Tekstil 1,
Jakarta, Direktorat Dikmenjur Depdikbud
Suparli L dkk, 1977, Teori Konstruksi kain 1, Jakarta, Dikmenjur Depdikbud

0 komentar:

Post a Comment