, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pelipatan/penggulungan kain.

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pelipatan/penggulungan kain.

Pelipatan/penggulungan kain.



Penyempurnaan kain mekanik terakhir sebelum kain siap dijual
adalah melipat atau menggulung kain, dimana didalamnya
termasuk juga penentuan panjang kain/piece length.

Ada dua cara melipat kain yaitu lapping dan folding.

a) Lapping adalah menggulung kain pada rangka kayu
berbentuk persegi panjang yang dibungkus kertas. Kain
dengan lebar dua kali lebar normal dilipat dua rangkap
menjadi setegahnya kemudian digulung pada rangka kayu
dengan panjang sekitar 30 – 40 yards.

b) Folding adalah melipat kain dalambentuk lebar dengan
ukuran lebar kain sekitar 1 m atau 1 yard dan biasanya
digunakan untuk kain mori. Penggulungan kain
umumnya dilakukan untuk kain-kain halus/tipis dengan
menggulung kain pada sebuah rol yang terbuat dari kertas
karton. Panjang kain pada rol umumnya menrupakan
kelipatan 30 yards dengan lebar sesuai lebar kain.

Penyempurnaan Kain Kimia



Proses penyempurnaan kain kimia atau “penyempurnaan kain
basah” melibatkan penambahan suatu zat kimia tertentu pada kain
untuk mencapai hasil yang diinginkan, namun tidak merubah
kenampakan kain.

Proses ini meliputi :

1) Penyempurnaan kain untuk memperbaiki kenampakan dan
pegangan kain
a) Pelembutan & pelemasan
b) Kreeping

2) Merserisasi
a) Biopolishing/Penyempurnaan kain enzim
b) Penganjian
c) Penyempurnaan kain resin (anti kusut, kain keras)


3) Penyempurnaan kain peningkatan daya pakai
a) Tolak air
b) Tahan api
c) Anti hama
d) Anti jamur
e) Anti busuk
f) Antistatik
g) Anti UV


Penyempurnaan Kain Tekstil adalah pengolahan/pengerjaan terhadap kain
tekstil yang masih mentah dengan maksud untuk meningkatkan daya guna
dan memenuhi persyaratan yg diperlukan sampai menjadi kain tekstil jadi
yang siap dipergunakan.

Ruang lingkup penyempurnaan kain meliputi:

1. Pengelantangan kain (bleaching)


Pengelantangan dikerjakan terhadap bahan tekstil bertujuan
menghilangkan warna alami yang disebabkan oleh adanya pigmenpigmen
alam atau zat-zat lain, sehingga diperoleh bahan yang putih.
Pigmen-pigmen alam pada bahan tekstil umumnya terdapat pada
bahan dari serat-serat alam baik serat tumbuh-tumbuhan maupun serat
binatang selama masa pertumbuhan.

Dalam proses pengelantangan terdapat rangkaian kerja yang cukup
panjang meliputi persiapan proses, pembakaran bulu, penghilangan
kanji, pemasakan, pengelantangan, merserisasi dan pemantapan
panas.

Persiapan proses (pre treatment) pada kain selulosa adalah cara-cara
mempersiapkan bahan yang akan mengalami proses penyempurnaan
tekstil sehingga akan mempermudah dalam penanganan proses
berikutnya. Persiapan proses dilakukan sebelum kain mengalami
proses basah atau proses kimia. Persiapan proses ini meliputi
pembukaan dan penumpukkan kain (pile up), penyambungan kain
(sewing), dan pemeriksaan kain (inspecting)
Pembakaran bulu bertujuan untuk menghilangkan bulu–bulu yang
tersembul pada permukaan kain. Bulu–bulu pada kain timbul sebagai
akibat adanya gesekan-gesekan mekanik dan pereganganperegangan
pada waktu proses pertenunan. Bulu–bulu yang timbul
pada permukaan kain mengurangi kualitas kain dan mengurangi
kualitas hasil proses merserisasi, pencelupan, dan pencapan.
Sebelum ditenun benang lusi dikanji untuk menambah kekuatan dan
daya gesek yang tinggi. Benang lusi yang tidak dikanji kekuatannya
rendah, mudah putus sehingga mengurangi mutu kain dan efisiensi
produksi. Kanji bersifat menghalangi penyerapan (Hidrofob) larutan
baik dalam proses pemasakan, pengelantangan, pencelupan,
pencapan, dan penyempurnaan khusus sehingga hasil proses tersebut
kurang sempurna. Pada proses pencelupan dan pencapan zat warna
tidak bisa masuk kedalam serat sehingga warna luntur dan tidak rata.
Agar kanji larut dalam air kanji harus dihidrolisa atau dioksidasi menjadi
senyawa yang lebih sederhana sehingga rantai molekulnya lebih
pendek dan mudah larut dalam air.


Pemasakan adalah merupakan bagian dari proses persiapan
pencelupan dan pencapan. Dengan proses pemasakan bagian dari
komponen penyusun serat berupa minyak-minyak, lemak, lilin, kotorankotoran
yang larut dan kotoran-kotoran kain yang menempel pada
permukaan serat dapat dihilangkan. Apabila komponen-komponen
tersebut dapat dihilangkan maka proses selanjutnya seperti
pengelantangan, pencelupan, pencapan dan sebagainya dapat
berhasil dengan baik.


Pengelantangan dikerjakan terhadap bahan tekstil bertujuan

menghilangkan warna alami yang disebabkan oleh adanya pigmenpigmen
alam atau zat-zat lain, sehingga diperoleh bahan yang putih.
Pigmen-pigmen alam pada bahan tekstil umumnya terdapat pada
bahan dari serat-serat alam baik serat tumbuhtumbuhan maupun serat
binatang yang tertentu selama masa pertumbuhan. Untuk
menghilangkan pigmen-pigmen alam tersebut hanya dapat dilakukan
dalam proses pengelantangan dengan menggunakan zat
pengelantang yang bersifat oksidator atau yang bersifat reduktor.

Pengelantangan dapat dilakukan sampai memperoleh bahan yang
putih sekali, misalnya untuk bahan-bahan yang akan dijual sebagai
benang putih atau kain putih, tetapi dapat pula dilakukan hanya sampai
setengah putih khususnya untuk bahan-bahan yang akan dicelup atau
berdasarkan penggunaan akhirnya.

Proses merserisasi yaitu pemberian tegangan pada benang atau kain
selama proses menimbulkan efek kilau yang bersifat tetap, sedangkan
pengerjaan tanpa tegangan memberikan pertambahan mulur yang
besar. Serat kapas akan menggembung secara lateral dan mengkeret
ke arah panjangnya bila direndam dalam larutan soda kostik pekat.
Perubahan dimensi diikuti oleh perubahan-perubahan penting pada
sifat-sifat benang maupun kain yang terbuat dari serat tersebut, seperti
meningkatnya:

a. Kekuatan tarik
b. Higroskopisitas (moisture regan)
c. Daya serap terhadap zat warna dan
d. Reaktifitasnya terhadap pereaksi-pereaksi kimia.

Heat Setting adalah proses fisika kain berupa pemantapa panas

dengan iini distribusi molekul–molekul serat yang belum teratur akan
tertarik dan tersusun sejajar satu dengan yang lainya, sehingga
kestabilan dimensi tercpai, Dan juga terjadi pengesetan lebar kain
sehingga didapat lebar jadi sesuai dengan ketentuan dan peningkatan
penampakan kain.

0 komentar:

Post a Comment