, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

 KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

 contoh hasil karya limbah tekstil - TUGAS PRAKARYA & KEWIRAUSAHAAN
KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu selaku guru yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan sekian dan terima kasih.


Penyusun   : Wayan Gunady

 
Daftar Isi

Bab 1

A.    Pengertian Limbah Tekstil
B.    Prinsip-Prinsip Seni

        C.    Jenis Kerajinan Tekstil

        D.    Desain Kerajinan Tekstil

E      E.    Bahan dan Alat Pembuatan Produk Kerajinan Tekstil

F      F.     Cara Membuat Boneka Kain Perca

Bab 2

       A.     Penutup

       B.     Daftar pustakaan




KERAJINAN DAN WIRAUSAHA LIMBAH TEKSTIL

A.    Pengertian Limbah Tekstil
Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis. Jadi, kerajinan limbah tekstil adalah suatu karya tangan yang dihasilkan oleh buangan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).
v          Teknik pembuatan karya kerajinan limbah tekstil :
1.      Teknik Quilting                 : menggabung-gabungkan kain dengan ukuran dan potongan tertentu untuk membentuk motif-motif yang unik.
2.      Teknik Aplikasi Perca       : teknik menghias kain atau benda-benda lainnya dengan menggunakan kain perca yang dilekat dengan lem atau jahit
3.      Makrame                           : teknik kerajinan klasik dengan ciri utama menampilkan bentuk-bentuk simpulan dari jalinan tali atau banang
4.      Teknik anyam                   :
5.      Teknik untuk bentuk tiga dimensi


v             Fungsi Karya Kerajinan Limbah Tekstil
Secara garis besar, fungsi kerajinan limbah tekstil terbagi atas:
1.      Produk-produk seni kriya banyak diciptakan untuk berfungsi sebagai benda-benda pajangan. Dengan berfungsi sebagai benda pajangan, maka nilai estetik sangat dibutuhkan.
2.      Di samping sekedar sebagai benda pajangan, banyak kita jumpai memiliki fungsi praktis, karena fungsi merupakan hal yang diprioritaskan dalam kerajinan Tekstil.
3.      Di samping sebagai benda pajangan dan terapan, karya seni kriya juga berfungsi sebagai benda mainan. Meskipun sebagai benda mainan, karya seni kriya jenis ini tetap mempertahankan nilai-nilai estetika.
4.      Kerajinan limbah tekstil juga sangat dibutuhkan sebagai sarana pelestarian alam.

v        Unsur Estetika dan Ergonomis Karya Kerajinan Limbah Tekstil
Unsur Estetika adalah usnsur keindahan bentuk, selalu bergantung pada sentuhan keindahan. Karena itu, dalam penciptaannya, seorang pengrajin harus menguasai unsur-unsur seni seperti garis, bentuk, warna, komposisi dan lain-lain dari benda berbahan baku limbah tekstil yang akan dibuatnya. Sedangkan unsur ergonomis adalah dalam teori desain dikenal prinsip form follow
function, yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Jadi Unsur ergonomis adalah unsur tekstil yang mengutamakan kenyamanan dalam penggunaan nya misalkan pakaian batik atau pakaian dari bahan kain tenun. Ada tiga aspek desain yang harus dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan (safety), kenyamanan (ergonomi) dan keindahan (estetika).

v       Motif ragam hias pada Kerajinan Limbah Tekstil

Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentukbentuk flora, fauna, bentuk geometris, bentuk figuratif. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada dua dimensi dan tiga dimensi yaitu :
1.      Ragam Hias Flora Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir di seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias dengan motif flora mudah dijumpai pada barang-barang seni seperti batik, ukiran, dan tenunan.
2.      Ragam Hias Fauna Ragam hias fauna merupakan bentuk gambar motif yang diambil dari hewan tertentu. Hewan pada umumnya telah mengalami perubahan bentuk atau gaya. Beberapa hewan yang biasa dipakai sebagai objek ragam hias adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan.
3.      Ragam Hias Geometris Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentukbentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Ragam hias geometris juga dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias.
4.      Ragam Hias Figuratif Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasanya terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu, yang proses pembuatannya dapat dilakukan dengan cara menggambar.



B.     Prinsip-Prinsip Seni
Tidak semua produk yang berbahan utama tekstil bisa disebut sebagai karya seni, sebab perwujudannya harus memenuhi prinsip-prinsip berikut:
1.      Unity (kesatuan), suatu benda yang dikatakan memiliki nilai seni estetis, harus merupakan kesatuan dan perpaduan dari unsur-unsur pembentuknya secara baik dan sempurna.
2.      Complexity (kerumitan), suatu benda yang memiliki nilai estetis pada dasarnya tidaklah sederhana, dalam pengertian mengandung unsur-unsur yang berpadu dengan kerumitan tertentu seperti saling bertentangan, berlawanan, dan saling menyeimbangkan.
3.      Intensity (kesungguhan), suatu benda yang dikatakan yang memiliki nilai estetis bukanlah suatu benda yang kosong, melainkan memiliki kualitas yang menonjol dalam penampilannya. Nilai itu bisa bersifat lembut atau kasar, gembira atau duka, suram atau ceria yang ditampilkan secara sungguh-sungguh.


C.    Jenis Kerajinan Tekstil
Jenis produk kriya tekstil terbagi menjadi dua kelompok yaitu: benda hias dan benda pakai atau perpaduan dari keduanya. Jenis produk yang termasuk pada benda hias diantaranya: hiasan dinding,sarung bantal kursi, boneka, produk kerajinan tekstil yang termasuk benda pakai diantaranya: bad cover,sarung bantal, tirai, tutup aqua galon, tutup kulkas, taplak meja makan, tutup tudung saji, dll.


D.    Desain Kerajinan Tekstil
Kerajinan tekstil yang akan diwujudkan menjadi karya seni akan terwujud secara maksimal apabila melalui tahap pembuatan produk kerajinan tekstil. Desain merupakan langkah awal dalam mewujudkan suatu karya seni, dan desain merupakan rancangan yang akan memudahkan dalam pencapaian tujuan atau penciptaan karya seni. Dengan demikian desain dapat diartikan sebagai suatu rancangan gambar yang nantinya dilaksanakan dengan tujuan tertentu yang berupa susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur. Desain dapat diterapkan pada berbagai benda yang ada di lingkungan kita.Untuk mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang didalamnya terdapat kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat, kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut.
Suatu desain yang baik akan memperlihatkan susunan yang teratur dari bahan-bahan yang dipergunakan sehingga menghasilkan suatu benda yang indah dan dapat dipergunakan. Dalam hal ini terdapat dua macam desain, yaitu structural design (desain struktur) dan decorative design(desain hiasan)

Ø  Structural Design (desain struktur)
Structural Design (desain struktur) adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur
dari suatu benda baik berupa benda yang mempunyai ruang maupun gambaran dari suatu
benda. Contoh deesain struktur: gambaran suatu benda yang akan dibuat dilengkapi dengan keterangan ukuran, warna, dan bentuknya.

Ø  Decorative Design (garnitur)
Decorative Design (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan
busana yang memberikan efek visual memperindah penampilan. Garnitur bisa sebagai unsure dekoratif/hiasan atau sebagai unsur fungsional.
Terdapat tiga cara dalam menyusun decorative desain, yaitu: By the color and pattern, Byconstruction dedtails, By decorative trims. (Davis dalam Mila Karmila, 2006: 27)

Ø  By the color and pattern, yaitu warna dan motif yang tersusun dalam suatu bahan
tekstil pada busana, secara tidak langsung juga berfungsi sebagai decorative design. Contoh :Batik Tapis Tapestry Songket

Ø  By construction details, yaitu membentuk detail hiasan tertentu pada busana disini
biasanya dilakukan dengan membuat jahitan/setikan pada kain/tekstil.
Contoh      : Quilting Smocking Shiring Pintucks

Ø  By decorative trims, yaitu teknik yang biasanya berupa tempelan kain diatas
permukaan kain dengan menambahkan unsur pelengkap lain pada permukaan kain.
Contoh      : Buttons (kancing) Lace (renda) Braids (kepang) Fringe(susur/ekorkuda)
Pembuatan produk kerajinan tekstil dilakukan dengan cara menentukan jenis benda apa yangakan dibuat (benda hias atau benda pakai), membuat desain produk, membuat desain hiasan padaproduk, menyiapkan bahan dan alat serta langkah kerja pembuatan produk kerajinan tekstil.

E.     Bahan dan Alat Pembuatan Produk Kerajinan Tekstil
Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: bahan utama dan bahan pelengkap. Pada pembuatan produk kerajinan tekstil bahan yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis benda yang akan dibuat, fungsi dari benda tersebut, serta teknik yang akan digunakan.

F.     Cara Membuat Boneka Kain Perca
Boneka kain perca merupakan kesukaan setiap anak dan boneka ini sangat mudah untuk dibuat dari potongan-potongan kain atau kain tua sudah tidak dipakai lagi yang bisa dijadikan kain perca. Selain itu, selalu terdapat keunikan pada setiap boneka kain perca yang dibuat.

Bahan yang digunakan :
Ø  Kain perca
Ø  Jarum
Ø  Benang
Ø  Gunting
Ø  Kertas
Ø  Kapas/ dakron
Ø  Kancing baju





Langkah langkah kerja


1.      

Pilihlah tampilan boneka yang anda inginkan. Mulailah dengan pemilihan warna kain. Warna kain apa saja boleh anda gunakan, namun anda mungkin memerlukan warna kain yang kira-kira sesuai untuk warna kulit boneka tersebut, seperti krem, cokelat, cokelat tua, putih, atau merah muda.  Biasanya, boneka ini terbuat dari potongan-potongan kain (kain perca), jadilah kumpulkan kain-kain dengan mendaur ulang sarung bantal, baju bekas atau pakaian yang tidak muat lagi

2.      

Gambarlah sketsa garis bentuk boneka anda pada kain. Beri sedikit lebar tambahan       (1,3 - 1,6 cm) di seluruh bagian luar garis pola untuk menyokong jahitan.                Buatlah bentuk boneka tersebut sedikit lebih besar dari yang anda inginkan. Saat anda memasukkan dakron ke dalamnya, boneka akan menggembung dan sisi-sisinya akan menjadi sedikit lebih kecil. Untuk kepala boneka, buat ukurannya cukup besar dan bulat atau oval.

3.      


Taruh satu lagi lapisan kain di bawahnya dengan sisi luar kedua kain tersebut saling berhadapan. Potong kedua kain itu menurut garis polanya.

4.      

Tahan kain agar tidak bergeser dengan menyematkan jarum pentul dan jahit seluruh garis pola, tetapi sisakan sedikit celah untuk memasukkan dakron.

5.      

Longgarkan jahitan di sekitar lekukan dan sudut dengan menggunting lekukan segitiga di bagian penyokong jahitan.

6.      


Balikkan bagian dalam boneka keluar, balikkan melalui celah yang tidak dijahit tadi.

7.      

Isi boneka dengan bahan serat sesuai pilihan anda.

8.      

Lipat tepi celah tadi ke bagian dalam boneka, dan tutup celah tersebut dengan menjahitnya menggunakan tangan atau mesin.

9.      

Jika anda mau, jahit di seluruh perbatasan kaki dan tangan untuk membentuk sendi-sendi.

10.  

Hiasi boneka. Sulam wajahnya atau jahitkan kancing-kancing untuk mata dan hidungnya. Rambut dapat dibuat dari benang; jika rambutnya panjang, kepanglah untuk memberikan efek yang istimewa.

11.  

Jahitlah pakaian untuk boneka tersebut (menggunakan kain yang tidak dipakai, sisa, atau bahan daur ulang), atau buatlah baju boneka yang tidak perlu dijahit.


12.  

Selesai.



Penutup
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca.    Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas,     dimengerti, dan lugas. Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
 KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  contoh hasil karya limbah tekstil


, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Cara Menggunakan Mesin Jahit

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://gunadynyontek.blogspot.co.id/2015/04/kerajinan-limbah-tekstil.html

0 komentar:

Post a Comment